Wednesday, March 21, 2018

The Holy Quran


Halaqah Dhuha berlangsung seperti biasanya. Kami punmenyetorkan tabungan hafalan kami ke ustazah. Terkadang, setiap selesai Halaqah Dhuha, ustazah kami memberikan pengalaman atau pun kisah menarik yang dapat kami ambil banyak hikmahnya. Salah satunya ini. Ustazah kami menceritakan salah seorang temannya yang ternyata sudah menjadi hafizah seperti beliau.

Suatu ketika, temannya tersebut sedang tidur. Dia sadar sedang berada di tempat yang sangat ramai. Ternyata, dia sedang mengantre untuk sebuah urusan. Namun dia bingung, dia masih heran pada tempat tersebut.

“Tempat apa ini? Kenapa antre segala? Kok yang mengantre pada nangis?”

Dia pun masih bertanya-tanya karena bingung. Karena terus kebingungan, dia bertanya kepada salah seorang yang mengantre di dekatnya.

“Maaf, tempat apaan ini? Kenapa yang mengantre pada menangis?”

“Inilah tempat pengantrean di mana kami semua akan masuk neraka,”jawab seseorang tersebut. Ia terkejut bukan main. Sontak dia langsung bertanya kepada orang tersebut.

“Apa salah saya? Kenapa bisa seperti ini? Bukannya saya sudah mengkhatamkan Al-Quran, sehingga saya menjadi seorang hafizah? Lantas siapa mereka semua ini?” bertanyalah dia masih dengan keheranan. Orang tersebut menjawab,

 “Dialah para penghapal Al-Quran yang untuk kebutuhan dunia semata.” Tercenganglah dia mendengar jawaban orang tersebut.

Terbangunlah dia dari mimpinya tersebut. Menangislah sejadi-jadinya. Dia menyadari bahwa selama ini, dia menghapal Quran hanya untuk mengejar beasiswa. Supaya bisa kuliah ke luar negeri. Dia berlari menemui ayahnya dan menceritakan semua mimpinya kepada beliau. Beristigfar dan minta ampunlah dia sebanyak-banyaknya kepada Allah setelah dia ditegur lewat mimpinya tersebut.

Nah, hikmah yang dapat kita ambil bahwa kita seorang Muslim, ketika sudah berniat untuk menghapal ayat-ayat Allah maka niatlah karena Allah semata dan untuk kedua orangtua kita. Jangan sampai menghapal hanya karena ingin mendapat gelar hafiz atau hafizah atau pun mendapat beasiswa kuliah di mana saja. Tidak hanya niat untuk menghapal Al-Quran, namun untuk semua kegiatan. Semua amal seharusnya kita niatkan untuk Allah semata.

Ingatlah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada didalam bumi ini. So, jangan sampai salah niat, ya, Guys.

Comments


EmoticonEmoticon