Thursday, March 29, 2018

My New Life & Future (3)

Putri dari penulis. Santri kelas1 SMA di Darul Quran Cikarang. Cita-citanya ingin bisa jadi pengusaha yang hafi zah. Ia anakyang pendiam dan sangat taat kepada orang tuanya.

Tanggal 9 Agustus 2014, hari pertama saya masuk Pondok Pesantren Darul Quran Cikarang. Sebenarnya, keputusan yang berat memang, karena saya harus mengulang dari awal untuk sekolah di pondok pesantren tersebut. Sebenarnya, saya sudah setahun bersekolah di sebuah SMA terkemuka di Solo. Banyak teman saya yang menyayangkan kepindahan saya, termasuk guru BK saya yang setiap ketemu saya selalu menasihati dan menyarankan agar dipertimbangkan matang-matang keputusan saya tersebut.

My New Life& Future (3)

Saya pun terkadang bingung dengan hal tersebut, sampai harus berpikir dua kali. Namun, setelah saya pikir-pikir dan teringat sewaktu saya masih SMP, ayah saya pernah bilang kalau beliau ingin anaknya ada yang masuk pesantren. Apalagi beliau sangat menyukai Ustad Yusuf Mansur yang notabene penghasil generasi ‘Para Penghapal Quran’.

Saya juga selalu ingat, sewaktu ayah saya berkata, “Apa pun akan tercapai, termasuk masa depanmu, apabila kamu mau belajar Quran. Jangankan kesuksesanmu di dunia, di Akhirat pun pasti dapat. Itu hal sangat mudah bagi Allah kalau cuma urusan dunia, apalagi di Akhirat.”

Saya pun semakin mantap dengan cita-cita, belajar di Madinah kelak. Maka saya putuskan untuk mengikuti apa kata kedua orang tua saya dan hati saya sudah mantap. Tidak apa saya harus bersekolah dibangku SMA selama 5 tahun, tetapi Allah akan menggantikannya dengan masa depan saya yang jauh lebih barokah dengan ridha-Nya, Insya Allah. Amin.

Pukul 07.00 pagi, saya dan ayah tiba di pesantren. Sangat sepi memang, karena kami datang lebih awal. Sampai akhirnya pendaftaran ulang pun berlanjut hingga siang. Setelah semuanya selesai, sebelum Dhuhurayah saya pun berpamitan pulang ke Solo. Sedih dan berat memang jauh dari orangtua. Sebelumnya, saya tidak pernah jauh dari mereka. Namun apa daya, semua harus berlanjut. Sayapun ke kamar untuk membereskan barang-barang saya.Sampai akhirnya saya berkenalan dengan seorang teman sekamar saya yang masih duduk di bangku SMP. Dia orangnya periang, sehingga saya tidak merasa sedih lagi.

Lonceng berbunyi tanda Sholat Dhuhur akan segera dimulai. Saya bergegas ke aula untuk melaksanakan sholat dengan teman baru saya tersebut. Setelah selesai, kami keluar untuk membeli makan siang sambil bertukar cerita, satu sama lain.
Keesokan harinya, kami pun menjalani Masa Orientasi Santri (MOS) selayaknya sekolah lain yang berlanjut beberapa hari.

Di sana hal pertama yang saya rasakan, yaitu kesabaran dan keikhlasan. Di mana-mana harus antre dan ikhlas. Ya namanya juga Santri (SerbA aNTRI).Tapi saya menikmati antrean tersebut. Memang sih awalnya saya merasa bosan harus mengantre. Sampai suatu ketika, saya mengantre mandi. Sambil melihat-lihat pemandangan dari lantai dua dengan pemandangan tempat jemuran, saya manfaatkan untuk berdoa, “Ya Allah, enggak apa deh sekarang setiap hari pemandangannya cuma jemuran. Tapi, Ya Allah. Semoga kelak Engkau ganti dengan setiap hari saya bisa melihat Kakbah. Amin.”

Hari demi hari pun berganti. Pada bulan Agustus ini kami hanya diperbolehkan hapalan 4 surat pilihan, yakni Al-Mulk, Al-Waqiah, Ar-Rahman,dan Yasin. Alhamdulillah. Semua itu saya lalui dengan lancar. Dari 4 surat pilihan tersebut, saya sudah tidak asing dengan 3 surat pilihan. Karena, ayah saya selalu memutar murotal sewaktu di rumah. Dengan bangga dan senang, saya hadiahkan 4 surat pilihan tersebut kepada orang tua saya.

Bulan September, kami digembleng untuk fokus ke tilawah (membaca Al-Quran) yang 1 harinya 10 Juz. Tidak dianjurkan menghapal terlebih dahulu. Kalau pun ingin menambah hapalan pun boleh, asal tilawah 1 hari 10 Juz tetap berjalan.Saya pun memanfaatkan bulan tersebut dengan menambah hapalan Juz 30 yang Alhamdulillah saya sudah khatam. Walaupun sempat ada kendala telinga saya sakit, sehingga saya harus dibawa ke dokter THT. Namun, itulah yang membuat saya sadar bahwa itulah cobaan bagi para penghapal Al-Quran. Sampai akhirnya, sewaktu diadakan Tahfid Reward di setiap bulannya,saya mendapatkan penghargaan sebagai Santri Terbaik dan Hapalan Terbanyak di bulan September.

Comments


EmoticonEmoticon