Saturday, March 24, 2018

My New Life & Future (2)


Akhirnya, Juz 1 saya lalui dengan mudah dan sesuai target, yaitu kurang dari sebulan. Meski demikian, saya harus menyetorkan hapalan Juz 1 awal hingga akhir terlebih dahulu untuk bisa naik ke Juz 2. Saya pernah dibuat menangis oleh ustazah saya. Ketika saya setoran hapalan, sempat dimarahi guru saya karena ini dan itu. Pernah juga ditakuti, apabila bacaan saya masih salah tidak akan dinaikkan ke Juz 2. Saya pun menangis sejadinya karena hal itu.

Dan beberapa hari kemudian, saya masih tetap melanjutkan setoran hapalan saya dengan berusaha membetulkan bacaan saya sebisa332mungkin. Hingga akhirnya selesai. Alhamdulillah. Juz 1 di Bulan November.

Awal Desember, Tahfid Reward pun diadakan lagi. Alhamdulillah saya menang lagi sebagai santri dengan nilai tertinggi di Bulan November. Saya sangat senang dan menambah semangat saya untuk cepat-cepat menyelesaikan Juz 2.

Alhamdulillah. Berkat doa semuanya dan Puasa Hajat saya, Juz 2 saya selesaikan kurang dari sebulan. Akhir Bulan Desember, saya dikejutkan dengan perkataan teman saya yang berkata,

“Ukthi (saudara perempuanku ), ente sudah keluar gerbang, belum?” Saya bingung sembari menjawab,

“Belum, kan ane enggak dijenguk? Masa bisa keluar gerbang?” Teman saya menjawab dengan riang gembira,

“Nama ente dipajang gede tuh di luar gerbang.” Saya pun kaget,

“Kok bisa? Memang apa?” Teman saya bilang,

“Itu, pemenang Tahfid Reward bulan November kemarin. Ente santri terbaik mewakili Daqu Putri Cikarang.” Kaget saya semakin menjadi,

“Hah, beneran?” Awalnya, saya sedikit tidak percaya dengan teman saya, karena dia suka bercanda. Teman saya pun meyakinkan,

Beneran, lihat saja sendiri. Ya Allah, iri aku sama ente, Ukhti. Pasti orang tuamu bangga pas melihat itu.

”Saya kaget sekali campur senang, sedih, terharu jadi satu. Ya Allah, tak menyangka nama saya dan orang tua tertulis di sana. Alhamdulillah.

Pada waktu Tahajud saya berdoa.3Ya Allah, terima kasih. Atas kehendak-Mu, nama saya tercantum di sana. Tapi, ya Allah. Saya ingin nama saya tidak hanya terpasang di spanduk gede itu yang akhirnya dibuang. Saya ingin nama saya tertulis di sanad-Mu kelak terbuat dari emas, dan ditulis dengan tinta emas yang tidak akan terhapus, seiring berjalannya waktu sampai Kiamat kelak. Yang akan selalu dikenang sampai Akhirat kelak sebagai bukti bahwa saya bisa memberikan mahkota dan jubah kemuliaan untuk kedua orang tua saya di Jannah Firdaus-Mu, karena saya telah berhasil menjadi hafizah, serta bisa mendapatkan syafaat dan menjadi keluarga dari rasul-Mu,Muhammad SAW. Amin, Ya Rabb.

Saat berdoa saya iringi tangisan saya. Di sisi lain, saya sangat kangenkeluarga saya.
Comments


EmoticonEmoticon